e-news.id
Binjai - Aksi "sulap menyulap" uang milik rekanan yang dilakukan mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapangtani) Kota Binjai, dengan memanfaatkan status sebagai pejabat publik, akhirnya berujung pada jeruji besi, Selasa (03/03/2026).
Ralasen Ginting, ditetapkan sebagai tersangka dan dijebloskan ke dalam penjara, setelah Jaksa Penyidik pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai, berhasil membongkar skandal tindakan rasuah yang diduga dilakukan olehnya.
Baca Juga : 'Main Senyap'... Jaksa Tingkatkan Status Dugaan Korupsi Ketapangtani Binjai jadi Penyidikan!
Sebelum dijebloskan ke dalam penjara, Ralasen Ginting diperiksa jaksa penyidik seputaran dugaan tindak pidana korupsi pembuatan kontrak atas pekerjaan fiktif pada dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Binjai, tahun anggaran 2022 hingga 2025.
Dia diduga kuat menyalahgunakan kewenangannya sebagai kepala dinas (saat itu-red) guna memperdaya para rekanan atau pihak ketiga, untuk menyetorkan sejumlah uang ke kantong pribadinya dengan jumlah yang sangat fantastis, menyentuh angka 2,8 miliar lebih.
Baca Juga : Berbulan-bulan Penyelidikan Dugaan Korupsi Ketapangtani di Polres Binjai Tanpa Titik Terang, Tanya Kenapa!?
Hal itu diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Binjai Dr Iwan Setiawan S.H M.Hum, kepada awak media beberapa waktu lalu saat menggelar konferensi pers di hadapan awak media, pasca penetapan Ralasen Ginting, sebagai tersangka.
"Dalam penyidikan kami, tersangka RG, diduga kuat menyalahgunakan kewenangan dalam jabatan sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Binjai, untuk meraup keuntungan pribadi dari para rekanan," kata Kajari Binjai.
Masih menurut Dr Iwan Setiawan S.H M.Hum, dalam menjalankan aksinya, Ralasen Ginting dibantu oleh 3 orang kaki tangan berinisial SH, AR dan D. Mereka menarik uang dari rekanan dengan berbagai cara salah satunya melalui transfer via rekening bank pribadi milik tersangka.
"Jadi modusnya menjanjikan proyek kepada rekanan, terus minta uang. Ada juga yang dikirim ke rekening pribadi si tersangka," terangnya.
Saat ini, tersangka Ralasen Ginting mendekam di balik jeruji besi Lapas Kelas IIA Binjai, untuk 20 hari ke depan. Selanjutnya, jaksa penyidik akan terus melengkapi bukti-bukti lain untuk proses hukum lebih lanjut. (RFS).
