-->


Sampai ingin Bunuh Diri, 4 Bulan Korban Dugaan Perkosaan Minta Keadilan ke Polisi

Minggu, 17 September 2023 / 11:29
Minta Keadilan : Korban dugaan perkosaan berinisial Bunga, sudah 4 bulan meminta keadilan kepada pihak kepolisian di Polres Binjai, Minggu (17/09/2023). (Foto: e-news.id).



Binjai - Malang benar nasib yang dialami oleh gadis asal Kota Binjai, satu ini. Dia, yang terbilang masih berusia muda, harus menghadapi rasa pedih serta kecewa, atas keadilan di negeri ini.

Sebut saja dirinya Bunga, wanita berusia 20 tahun itu lahir dan besar di Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai. Dia diduga menjadi korban perkosaan, dari seorang predator susila.


Sekitar akhir tahun lalu, dia berkenalan dengan seorang pria beinisial D (18) warga Kecamatan Sunggal, Deliserdang. Perkenalan di antara keduanya terjadi via media sosial Facebook, dan berlanjut ke aplikasi pesan WhatsApp. 

Dari sana, Bunga dan sang terduga predator susila lanjut membangun hubungan asmara ala anak-anak muda. Keduanya kian dekat, dari kedekatan itulah, D memanfaatkan kesempatan yang ada untuk melakukan hubungan orang dewasa dengan Bunga.


Beberapa waktu kemudian, Bunga pun merasa ada yang berbeda dengan tubuhnya. Setelah melakukan pemeriksaan, ternyata dirinya hamil hasil hubungan dengan pria yang baru beberapa bulan dia kenal.

Bunga pun meminta pertanggungjawaban kepada D, agar bersedia menikahinya dan memberi status bagi janin dalam perutnya. Namun, pria yang awalnya berkata sayang dan cinta kepadanya, malah enggan untuk tanggung jawab.


Atas dasar itu, Bunga yang panik, kecewa dan marah melapor ke aparat penegak hukum dengan dasar dugaan perkosaan. Dia membuat laporan pengaduan di Polres Binjai, sesuai dengan surat Nomor : STTLP/247/V/2023/SPKT/Polres Binjai, tertanggal 11 Mei 2023.

Empat bulan lebih sudah berjalan, sejak laporan Bunga diterima pihak kepolisian. Namun, progres atau perkembangan perkara dugaan perkosaan yang dialaminya, seakan masih 'jalan di tempat'. Hal itu tentu membuat dia kecewa hingga ingin mengakhiri hidupnya.
Bersambung>>
[cut]
Minta Keadilan : Korban dugaan perkosaan berinisial Bunga, sudah 4 bulan meminta keadilan kepada pihak kepolisian di Polres Binjai, Minggu (17/09/2023). (Foto: e-news.id).


Hal itu, seperti diungkapkan Bunga dalam video berdurasi lebih kurang 29 detik yang diterima oleh redaksi e-news.id, beberapa waktu lalu. Dari rekaman tersebut juga, dia bahkan meminta agar Walikota Binjai, bersimpati atas kasusnya.

Ketika e-news.id mencoba mengkonfirmasi persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum, Kapolres Binjai AKBP Rio Alexander Panelewen, memberikan jawaban singkat dan mengatakan pihaknya akan mengatensi kasus yang sudah berjalan lama itu.


"Siap kami tindak lanjuti," jawab AKBP Rio Alexander Panelewen, via aplikasi WhatsApp pada Jumat 15 September 2023 kemarin.

Di sisi lain, salah satu pegiat perempuan dan anak asal Kota Binjai, juga memberikan komentarnya atas dugaan tindak pidana yang menimpa Bunga. Ketua PUSPA Binjai Sugi Hartati, mengatakan, pihaknya telah berulang kali berkoordinasi dengan kepolisian namun menemukan beberapa kendala seperti saksi yang belum dipanggil ataupun diperiksa.


"Awal nya kasus inidah ini bermula dari info Babinsa sumber Mulyo Rejo yang mengajak utk berkunjung ke rumah korban, sesampai di sana kita coba selidiki laporan yg sudah di buat dari tgl 11 mei 2023. Setelah di konfirmasi ke ppa polres Binjai melalui satgas disampaikan bahwa saksi saja belum di mintai keterangan.info terakhir indah di ajak visum di RS Bhayangkara Medan," kata Hartati, dalam keterangan tertulisnya.

Selain itu, PUSPA Binjai juga menyayangkan sikap pemerintah dalam hal ini Dinas P3AM sebagai perpanjangan tangan Pemko Binjai, yang seakan acuh atas problem perempuan dan anak di Kota Binjai. Mengingat, Pemko Binjai, telah menganggarkan dana cukup besar dalam hal penanganan kasus-kasus seperti ini.


"Kita terus kawal kasus ini,agar tidak ada lagi RJ yang sudah ada beberapa kita tau di lakukan di polres binjai. Saat ini indah berada di rumah ramah anak kita, karena info dia mencoba bunuh diri akibat stress dengan kasus ini karena merasa dia tidak mendapat keadilan. Kemarin indah jatuh dan saat ini di rawat di RS sylvani Binjai. Kita berharap agar kira nya kasus yang melibatkan korban perempuan dan anak juga menjadi prioritas bersama agar para predator di luar sana takut untuk melakukan hal tidak terpuji tersebut," tambah dia. (RFS).

Catatan Redaksi : (Sebagian atau seluruh isi berita ini, masih memerlukan konfirmasi/Verivikasi lebih lanjut para pihak terkait, termasuk dari Dinas P3AM Kota Binjai).

Klik Video di Bawah ini : 


Komentar Anda

Terkini