-->


Bocah 9 Tahun Tenggelam di Sungai! Korban Sempat Baca Al-Qur'an

Senin, 18 September 2023 / 06:51
Tenggelam di Sungai : Seorang bocah berusia 9 tahun, dinyatakan tenggelam di sungai objek wisata Pantai Sehat, Langkat, saat berlibur bersama keluarga dan rombongan tempat belajarnya, Minggu (17/09/2023). (Foto: e-news.id).


e-news.id 

Langkat - Bermaksud menghabiskan waktu akhir pekan bersama kedua orangtua dan rombongan belajarnya, seorang bocah berusia 9 tahun asal Deliserdang, malah terbawa arus sungai dan akhirnya tenggelam, Senin (18/09/2023).

Peristiwa itu terjadi di objek wisata Pantai Sehat yang terletak di Dusun IV Namobuah Desa Namu Ukur Utara, Kecamatan Sei Bingai, Langkat, pada Minggu 17 September 2023 sekira pukul 13:30 WIB.


Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sumber di lapangan, awalnya korban yang diketahui berinisial AA (9) warga Kecamatan Sunggal, Deliserdang, beserta rombongan Lembaga Pendidikan Dakwah Muslim Amanah, pergi liburan lokasi yang dimaksud.

Di sana, sebelum memulai kegiatan liburan, rombongan berikut korban dan orangtuanya, mencari tempat untuk berkumpul dan melaksanakan pengajian dengan membaca Al-Qur'an, yang di pimpin Sapardi Selaku Pimpinan Lembaga Pendidikan Dakwah Muslim Amanah.


Selesai mengaji dan membaca Al-Qur'an, rombongan pun memulai kegiatan liburan dengan mandi di Pantai Sehat. Diduga, karena terpisah dengan rombongan dan lepas dari pantauan orang tua, korban berenang ke arah tengah arus sungai.

Beberapa waktu kemudian, terdengar suara warga yang mengatakan ada anak yang hanyut di dalam sungai. Zulfikar, salah satu saksi di lokasi kejadian sempat berusaha menolong korban, namun karena sungai begitu deras, tangan korban terlepas dan dia terbawa arus.


Setelah kejadian itu, warga pun menghubungi pihak kepolisian Polsek Sei Bingai dan berkoordinasi dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Binjai, guna mencari keberadaan korban.

Tim Kebencanaan BPBD Kota Binjai, langsung terjun ke lokasi kejadian dengan menurunkan perahu karet serta alat khusus pendeteksi bawah air. Bersama warga dan polisi, penyisiran dilakukan sejauh 3 Km, guna mencari keberadaan korban.


Sampai dengan pukul 17.50 WIB, tim gabungan bersama keluarga dan rombongan masih terus mecari keberadaan korban. Namun, dikarenakan keadaan hari itu sudah mulai gelap, pencarian pun dihentikan sementara, dengan mendirikan pos darurat. (RFS).

Klik Video di Bawah ini : 


Komentar Anda

Terkini