-->



Lagi Nongkrong di Tanah Lapang Merdeka Binjai, Anak di Bawah Umur Diduga jadi Korban Penganiayaan!

Selasa, 09 Juni 2026 / 01:38

 

Anak di Bawah Umur : Lagi asik nongkrong di Tanah Lapang Merdeka Binjai, anak di bawah umur diduga jadi korban penganiayaan hingga mengalami luka-luka di tubuhnya, Selasa (09/06/2026). (Foto : e-news.id).


e-news.id 

Binjai - Lagi asik nongkrong di Tanah Lapang Merdeka Binjai, anak di bawah umur diduga jadi korban penganiayaan hingga mengalami luka-luka di tubuhnya, Selasa (09/06/2026).

Korban diketahui berinisial AS (16) warga Binjai Timur, Binjai. Dia diduga dianiaya pada Senin 08 Juni 2026 sekira pukul 23:35 WIB, oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya.

Menurut penuturan korban AS, saat itu dirinya sedang bersantai bersama kedua kakaknya, sembari ingin bertemu seseorang untuk mendiskusikan beberapa hal.

Namun tiba-tiba, mereka didatangi oleh beberapa orang wanita yang langsung berteriak memarahi mereka tanpa alasan yang jelas.

Bermaksud untuk bertanya mengapa mereka dimarahi, korban AS lantas berdiri menghadap terduga pelaku. Namun tiba-tiba saja, dirinya langsung dihajar secara membabi buta di hadapan kedua kakaknya.

Dibantu oleh warga lainnya, salah satu kakak korban pun berusaha untuk melerai terduga pelaku yang saat itu bagai kesetanan memijak dan memukul korban AS.

Setelah berhasil dilerai, korban bersama kedua kakak langsung berusaha menyelamatkan diri ke Kantor Polsek Binjai Kota, yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh korban AS, saat diwawancarai awak media ketika ingin membuat laporan polisi di Mapolres Binjai. Dia mengatakan, dirinya masih mengalami rasa sakit disekujur tubuh karena dianiaya oleh pelaku.

"Jadi saya nongkrong di Tanah Lapang sama kakak saya, terus ada yang datangi kami langsung marah-marah. Saya gak tau kenapa, terus saya mau tanya dia langsung seret saya ke jalan dan pukuli saya," ujarnya.

Sementara itu, saat akan mengadu ke Mapolres Binjai, korban AS didampingi kedua orang tuanya, belum bisa membuat laporan. Menurut keterangan petugas di sana, bahwasanya sistem sedang mengalami gangguan, dan diminta untuk kembali pagi harinya guna diambil keterangannya. (RFS).
Komentar Anda

Terkini