e-news.id
Langkat - Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH yang diwakili Wakil Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti, SH menghadiri acara Pengucapan Janji dan Pemasangan Cap (Capping Day) Akademi Kebidanan (Akbid) Langkat Angkatan XXIV Tahun Akademik 2025–2026, yang digelar di Aula Akbid Pemda Langkat, Senin (9/2/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten Langkat dr. Juliana, MM, Kepala Badan Kesbangpol Faisal Badawi, para
Dewan Pembina, Pengawas dan Pengurus Akbid Langkat, civitas akademika, serta
orang tua mahasiswa.
Direktur Akbid Langkat Alfi Laili, S.Keb., S.KM., M.Kes dalam laporannya menyampaikan bahwa
mahasiswa Tahun Akademik 2025–2026 merupakan hasil seleksi penerimaan mahasiswa
baru melalui ujian tertulis dan ujian kesehatan. Dari proses seleksi tersebut,
sebanyak 29 mahasiswa dinyatakan diterima.
Ia menjelaskan, selama satu semester proses belajar mengajar
telah dilaksanakan sesuai kurikulum dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia
(KKNI). Setelah mengikuti ujian akhir semester dan ujian praktik, sebanyak 27
mahasiswa dinyatakan lulus Semester I.
Adapun 10 mahasiswa terbaik Semester I Akbid Langkat adalah:
1. Asmarani dengan IP 3,89
2. Sintiya Agustin dengan IP 3,86
3. Aulia Astari dengan IP 3,86
4. Azizah dengan IP 3,83
5. Sazkia Enggita Candhani dengan IP 3,78
6. Novia Tri Rahayu dengan IP 3,78
7. Intan Maulida dengan IP 3,75
8. Fany Darliani dengan IP 3,72
9. Intan Tamara dengan IP 3,69
10. Nurul Ema Yuanda dengan IP 3,69
Sementara itu, Wakil Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti
dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh
mahasiswa yang mengikuti prosesi pemasangan cap sebagai simbol awal pengabdian
di dunia kebidanan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Langkat, saya mengucapkan
selamat dan sukses kepada ananda sekalian. Apa yang dilaksanakan hari ini
merupakan hasil kerja keras yang memerlukan pengorbanan biaya, waktu dan
pikiran. Namun pengorbanan tersebut tidak akan sia-sia karena akan bermanfaat
bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara,” ujarnya.
Ia menegaskan, prosesi pemasangan cap bukan sekadar
seremoni, melainkan penanda kesiapan mahasiswa untuk menempuh pendidikan
profesi dengan tanggung jawab moral dan spiritual yang tinggi.
“Dengan mengikuti prosesi pemasangan cap, berarti saudara
telah siap menjadi seorang bidan. Setiap bidan harus memiliki jiwa penolong
dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sumpah dan janji yang telah
diucapkan harus benar-benar ditepati dan dilaksanakan karena berkaitan dengan
janji kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” tegasnya.
Sebagai tenaga kesehatan yang menjadi ujung tombak pelayanan
kesehatan ibu dan anak, menurut Tiorita, seorang bidan harus memiliki
penguasaan disiplin ilmu yang baik, dibarengi dengan sikap dan karakter yang
terpuji. Karakter tersebut akan meningkatkan kepercayaan dan simpati masyarakat
terhadap pelayanan yang diberikan.
Ia juga mengingatkan para mahasiswa bahwa dinamika
masyarakat terus berkembang, sehingga menuntut tenaga kesehatan untuk selalu
meningkatkan kompetensi dan kapasitas diri.
“Belajar tidak hanya terbatas di bangku perkuliahan.
Pengalaman para senior dapat menjadi referensi berharga dalam mendukung
tugas-tugas di lapangan nantinya,” pesannya.
Kepada seluruh civitas akademika Akbid Langkat, Wakil Bupati
berharap agar terus menunjukkan kinerja profesional dalam mengelola institusi
pendidikan tersebut, sehingga mampu mencetak tenaga kebidanan yang unggul dan
berdaya saing.
Sementara kepada para orang tua mahasiswa, ia menyampaikan
apresiasi dan ucapan selamat atas keseriusan dalam mendukung pendidikan
anak-anak mereka hingga menapaki profesi di bidang kesehatan.
“Selamat kepada bapak dan ibu yang telah membekali
putra-putrinya untuk menjadi tenaga kesehatan yang akan mengabdi bagi
masyarakat,” tutupnya.
Prosesi Capping Day Angkatan XXIV tersebut berlangsung
khidmat dan penuh haru, menjadi momentum penting bagi mahasiswa Akbid Langkat
dalam meneguhkan komitmen pengabdian di bidang kesehatan ibu dan anak.(Ril/Red)
