-->


Delapan Pekerja Tower Telkom Tewas Ditembak KKB Papua, 1 Orang Selamat Menunggu Pertolongan

Jumat, 04 Maret 2022 / 00:52
Meminta pertolongan : Korban selamat memberikan sinyal meminta pertolongan, dalam peristiwa penyerangan para pekerja tower Telkom di Papua, yang menewaskan 8 orang pekerja.


e-news.id


Puncak - Sedikitnya, delapan orang pekerja PT. Palaparing Timur Telematika (PTT) yang tengah memperbaiki jaringan tower Telkom, tewas ditembak gerombolan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, Kamis (3/3/2022).

Mereka yang tewas diketahui bernama Bebi Tabuni, Billy, Renal, Bona, Jamal, Eko, Syahril, Pak De. Kedelapan pekerja yang tewas diserang secara brutal ini, saat itu tengah memperbaiki tower base transceiver station (BTS) 3 Telkomsel.


Berdasarkan informasi yang berhasil dirangkum e-news.id dari berbagai sumber, selain kedelapan pekerja yang tewas tersebut, terdapat satu orang korban selamat, yang sampai dengan saat ini masih menunggu pertolongan dari pihak terkait.

Kronologi peristiwa pembunuhan massal ini pertama kali diketahui pada hari Rabu 2 Maret 2022 sekira pukul 13:00 WIT kemarin. Lokasinya, berada di Kampung Kago, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.


Hal ini, seperti Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Aqsha Erlangga. Dilansir dari media pemberitaan berbasis online detik.com, Aqsha mengatakan, kedelapan pekerja tersebut tewas di tangan KKB Papua.
Bersambung>>
[cut]
Meminta pertolongan : Korban selamat memberikan sinyal meminta pertolongan, dalam peristiwa penyerangan para pekerja tower Telkom di Papua, yang menewaskan 8 orang pekerja.



"Akibat dari penyerangan tersebut, 8 orang Karyawan PTT meninggal dunia," ujar Kapendam XVII/Cenderawasih.

Aqsha menuturkan, pihaknya telah membentuk tim gabungan guna melakukan upaya evakuasi terhadap satu korban selamat, yang sampai dengan saat ini masih menunggu pertolongan.


"informasi tersebut pertama kali dilaporkan oleh salah satu rekan korban yang selamat bernama Ali yang melaporkan bahwa mereka diserang KKB Papua. Ali dan rekan-rekanya yang tewas kini masih menunggu dievakuasi dari lokasi," ungkapnya.

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal, kepada Metro TV, dalam wawancara langsung nya, mengatakan, upaya evakuasi sebelum telah dilakukan, namun terkendala cuaca yang ekstrim.


"Dari perusahan juga datang 2 heli datang dan disiapkan untuk mengevakuasi, namun posisi korban ini atau di posisi camp tiga ini sangat tinggi, terus kemudian cuaca tidak mendukung, namun untuk karyawan di camp 4 sudah berhasil dievakuasi," kata Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal. (RFS).
Komentar Anda

Terkini