-->

Seolah Tahu Ajal akan Menjemputnya, Pria ini Ditemukan Meninggal Dunia di atas Keranda Mayat

Sabtu, 20 Februari 2021 / 22:56

Dimakamkan : Almarhum Suriono, ketika dimakamkan warga.


e-news.id


Langkat - Sejatinya, kematian adalah salah satu rahasia sang Khalik. Tak ada satupun makhluk hidup di atas dunia yang tahu, kapan dan dimana sang ajal akan menghampirinya. Bahkan, tidak ada seorangpun yang dapat memprediksi bagaimana ia akan menghadap sang pencipta-Nya.

Hanya ada satu hal yang pasti tentang kematian itu sendiri, yaitu, cepat atau lambat, diinginkan ataupun dihindari, ia akan terjadi. Dan ketika telah terjadi, maka semua yang ada di dunia, harus ditinggalkan kecuali beberapa hal yang telah menjadi 'janji' bagi sang mahluk nantinya.

Namun, bagaimana bila suatu ketika, ada seseorang yang seperti telah mengetahui, kapan ia akan dijemput sang malaikat maut. Hingga, seakan-akan ia sudah mempersiapkan segala sesuatunya bahkan posisi atau letak dirinya ketika nantinya meninggal dunia?.

Peristiwa ini terjadi di Sumatra Utara, tepatnya di areal Taman Pemakaman Umum (TPU) Dusun VIII Desa Batu Melenggang, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat. Di sana, warga dihebohkan dengan penemuan mayat seorang pria di atas keranda mayat.

Warga sekitar dibuat heboh dengan posisi mayat yang diketahui bernama Suriono (60) warga Pasar Gunung Desa Batu Melenggang, Kecamatan Secanggang, Langkat. Almarhum, pertama kali ditemukan telah meninggal dunia oleh seorang saksi yang saat itu hendak memanen buah kepala sawit disekitar lokasi tersebut.


Berdasarkan informasi yang berhasil dirangkum dari pihak kepolisian Polres Langkat. Saat itu, Prianto (saksi) berangkat dari rumah menuju lokasi sekitar pemakaman untuk bekerja. Ketika tiba di lokasi tersebut, saksi melihat Suriono dalam posisi tidur di atas sebuah keranda mayat pada Sabtu 20 Februari 2021 sekira 11:30 WIB.

Usai menunaikan pekerjaannya, Prianto pun merasa curiga dengan posisi Suriono yang tidak bergerak dalam tidurnya. Lalu, ia pun mendekatinya untuk memastikan keadaan dari pria yang diketahui memang menempati sebuah gubuk di areal TPU selama setahun belakangan ini.

Keranda mayat : Jenazah Suriono, pertama kali ditemukan di atas keranda mayat.



Setelah didekati, Prianto terkejut dengan kondisi Suriono yang tidak lagi bernafas alias telah meninggal dunia. Sontak, saksi pun mengabarkan temuannya kepada warga sekitar yang selanjutnya berbondong-bondong menyaksikan kejadian tersebut.

Terlihat, posisi korban pertama kali ditemukan, memang berada di atas sebuah keranda mayat yang biasanya digunakan warga untuk mengantarkan jenazah untuk ke tempat peristirahatan terakhir di TPU tersebut. Hal ini menjadi buah bibir warga yang merasa, bahwa korban seakan-akan telah mengetahui dirinya akan meninggal dunia.

Setalah kabar ini tersiar, pihak kepolisian dari Polsek Hinai, jajaran Polres Langkat, tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), sembari mengambil keterangan beberapa orang saksi di sana. Berdasarkan keterangan saksi yang dirangkum pihak kepolisian, ternyata, Suriono memang sedang dalam kondisi sakit selama sepekan belakangan.

Bahkan, sebelum ditemukan meninggal dunia, Suriono tidak lagi bersedia makan, ia hanya mau minum air mineral dari pemberian warga sekitar. Juga, beberapa hari yang lalu, korban sempat terlihat mengamuk, diduga karena menahan rasa sakit yang dideritanya.

Setelah pihak kepolisian selesai melakukan oleh TKP, warga pun bersama-sama menjalankan fardhu Kifayah atas korban Suriono. Almarhum pun dikuburkan di areal TPU tersebut, disaksikan polisi beserta perangkat desa setempat.


Peristiwa ini, dibenarkan oleh pihak kepolisian.Kapolres Langkat AKBP Edi Suranta Sinulingga, melalui Paur Humas Polres Langkat Aiptu Yasir Rahman, ketika dihubungi via telepon selulernya mengatakan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Benar, tadi anggota kita dari Polsek Hinai, sudah ke lokasi untuk olah TKP, korban ditemukan meninggal dunia di sebuah gubuk dekat areal pemakaman, dari hasil pemeriksaan di sana, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada korban, dan kita duga korban meninggal dunia karena sakit," kata Yasir Rahman. (RFS).
Komentar Anda

Terkini