-->

Diduga Depresi Persoalan Rumah Tangga, Seorang Suami Habisi Nyawanya Sendiri

Jumat, 25 Desember 2020 / 22:31
Korban bunuh diri : Jenazah korban Syahfril, setelah diturunkan dari tali yang menjerat lehernya.


e-news.id


Binjai - Persoalan rumah tangga terkadang membuat orang putus asa bahkan mungkin sampai hilang akal. Tak jarang, mereka yang tengah dalam kesulitan hidup berumah tangga mengambil keputusan salah dan menyelesaikan segala persoalan yang harusnya diselesaikan dengan kepala dingin namun menjadi salah kaprah.

Permasalahan yang sebegitu rumit dan penatnya, membuat beberapa orang yang kurang mendekatkan diri kepada sang pencipta, mengambil jalan pintas untuk menyelesaikan persoalan dirinya, dan cara yang dipilih ialah mengakhiri hidup alias bunuh diri.

Mungkin, langkah inilah yang dipilih seorang suami di Kota Binjai dalam menyelesaikan beban pikirannya dalam berumah tangga. Namanya M. Syahfril Efendi Nasution (32), ia diketahui beralamat di Jalan Alvokad Lingkungan VIII, Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Binjai Barat.

Syahfril memilih untuk mengakhiri hidupnya di atas tali tambang tepat di kamar tidurnya, pada Jumat 25 Desember 2020. Itu pertama kali diketahui sang istri Arini Pratiwi (31) sekira pukul 06:00 WIB, ketika ia terbangun dari tidurnya.

Merasa terkejut sekaligus tidak menyangka akan langkah yang dipilih suaminya, Arini Pratiwi pun berteriak meminta tolong serta memanggil sanak saudara untuk menolong suaminya yang tergantung kaku pada seutas tali tambang berwarna hijau tua.


M. Saiman Nasution ayah korban, yang mengetahui anaknya mengambil langkah berani itu, pun bergegas memberikan pertolongan dengan cara menurunkan korban dari tali yang menjerat lehernya. Pihak keluarga merasa Syahfril masih bernafas saat itu, dan mereka sempat memanggil petugas medis ke rumah untuk memastikan kondisinya apakah masih dapat diselamatkan.

Tali tambang : Lokasi tempat korban Syahfril memilih untuk mengakhiri hidupnya.



Namun, sang malaikat maut telah menjalankan tugasnya hari itu, ajal telah datang menjemput Syahfril yang diduga merasa depresi dengan kondisi rumah tangganya. Korban pun dinyatakan meninggal dunia saat itu juga.

Mendengar peristiwa bunuh diri tersebut. Pihak kepolisian dari Polsek Binjai Barat, lantas mendatangi kediaman korban untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dari pemeriksaan luar, terlihat bekas jeratan tali melingkar di batang leher Syahfril.

Pihak keluarga pun sempat ditanyai seputar keseharian korban, mereka mengaku bahwa akhir-akhir ini, sering terjadi percekcokan dalam rumah tangga Syahfril. Diduga, akibat tidak dapat menanggung segala persoalan dalam rumah tangganya, membuat pria yang sehari-hari tidak memiliki pekerjaan tetap itu, nekat memutuskan untuk bunuh diri.

Selain memberikan keterangan kepada pihak kepolisian, pihak keluarga juga membuat surat pernyataan di atas materai, yang berisi, tidak bersedia dilakukan visum ke rumah sakit terkait kematian korban. Hari itu juga, korban Syahfril pun diantarkan ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Peristiwa yang telah berulang kali terjadi ini, dibenarkan oleh Kasubbag Humas Polres Binjai AKP Siswanto Ginting. Ketika dihubungi via selulernya, ia mengatakan, pihak keluarga korban sudah mengikhlaskan kepergian Syahfril.


"Benar, tadi pagi sekira pukul 07:00 WIB, petugas kita dari Polsek Binjai Barat, mendapat laporan soal aksi bunuh diri, kita sudah ambil keterangan beberapa orang saksi, dari sana kita dapat informasi kalau korban sering bertengkar dengan istrinya. Jadi dugaan kita korban bunuh diri karena persoalan rumah tangga, pihak keluarga juga sudah merelakan kepergian korban dengan membuat surat peryantaan bermaterai," kata Siswanto Ginting. (RFS).
Komentar Anda

Terkini