Polisi Sambangi PDAM Tirtasari Binjai, Ada Apa?

Sabtu, 20 Juni 2020 / 21:57
Direktur PDAM Tirtasari Binjai, Ir Taufiq ST IPM Asean Eng.


e-news.id

Binjai - Sejumlah personil kepolisian dari jajaran Unit Tipikor Satreskrim Polres Binjai, menyambangi Water Treatment Plan (WTP) atau Instalsi Pengolahan Air, milik Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtasari Binjai Jalan Gunung Sinabung, Kelurahan Tanah Merah (Marcapada), Kecamatan Binjai Selatan, Binjai, Sabtu (20/6/2020).

Diketahui, petugas mendatangi lokasi tersebut pada Rabu 17 Juni 2020, dan dipimpin langsung oleh Kanit Tipikor Iptu Irvan Pane. Kehadiran petugas di sana menindaklanjuti adanya laporan masyarakat soal kinerja dari PDAM Tirta Sari Binjai.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Yayang Rizki Pratama SIK. Melalui sambungan telepon seluler miliknya, ia mengatakan, maksud dari kedatangan anggotanya untuk melakukan penyelidikan.

"Kita menerima laporan dari masyarakat, soal pengelolaan PDAM Tirta Sari Binjai, dan selanjutnya anggota kita lakukan penyelidikan di sana," ujar Yayang.

Ditanya soal adanya truk yang mengangkut bahan kimia berupa Aluminium Sulfat (Tawas) di lokasi WTP PDAM Tirta Sari Binjai, Yayang menjelaskan secara detail, informasi yang sebenarnya terjadi di sana.

"Sebenarnya, kita tidak tahu prihal tawas itu, kita bukan menyelidiki soal tawas, jadi yang sebenarnya terjadi adalah, saat anggota kita datang untuk melakukan penyelidikan soal laporan masyarakat, di saat bersamaan truk itu pun ada di sana sedang bongkar muat, begitu, bukan kita mengamankan tawas itu, jadi tidak benar kalau urusan kita berkaitan dengan tawas itu," jelasnya.



Lebih jauh e-news.id bertanya, soal keberadaan dari truk pengangkut tawas yang ketika kehadiran petugas kepolisian tengah bongkar muat di sana, Yayang kembali memberikan jawaban, ia sama sekali tidak mengetahuinya.

"Jadi, kita tidak ada mengamankan truk pengangkut tawas beserta isinya, saya jamin itu dunia akhirat, lagian kedatangan anggota kita bukan terkait tawas tersebut, melainkan karena adanya laporan masyarakat dan kita juga masih melakukan penyelidikan," timpal Yayang, menyahut pertanyaan dari e-news.id.

Versi PDAM Tirtasari Binjai

Menilisik lebih jauh perihal mobil truk bermuatan tawas sebanyak 18 ton yang muncul bertepatan dengan petugas kepolisian. e-news.id pun mencoba mewawancarai Direktur PDAM Tirta Sari Binjai, Ir Taufiq ST, IPM. Asean Eng. Ketika berhasil ditemui secara langsung ia  menjelaskan, kehadiran bahan utama penjernih air itu berkaitan dengan kontrak pengadaan barang di perusahaan yang dipimpinnya.

"Jadi sebenarnya begini itu pak Sirait, pada tanggal 8 Mei 2020 lalu sewaktu puasa itu, ada surat permohonan permintaan pwngadaan bahan tawas, dari Kabag Umum, untuk bulan Mei sampai dengan Juni atau 2 bulan, saya mendisposisinya, proses selanjutnya, saya buat kesimpulan kalau bisa 2 termin artinya sebulan-sebulan begitu, nanti jika sudah mau habis langsung proses lagi pengadaannya, kenapa begitu, karena pembiayaan serta hutang PDAM juga masih banyak. Terus pun tidak berulang-ulang melapornya, karena di sana tertulis jelas kuantitinya sebanyak 36 ton, begitu disposisi saya," jelasnya.

Masih Ir Taufiq, ia menggambarkan secara detail mengapa tawas yang datang ke WTP PDAM Tirtasari, tidak diterima dan dipaksa keluar dari area kerja. Hal ini dikarenakan truk sarat muatan itu datang tanpa memiliki dokumen atau surat-menyurat yang lengkap, dalam arti lain, tidak sesuai dengan administrasi yang telah ia disposisi sebelumnya.

"Lalu tanggal Senin tanggal 15 Juni kemarin, sewaktu saya memimpin rapat di kantor, Kabag Teknik info ke saya soal pasokan tawas yang sudah mau habis, dan dia bilang harus segera masuk, jadi saya bilang, ya harus masukkan aja hari Rabu sore harus sudah masuk, jadi saya pikir sudah clear saat itu, selanjutnya, hari Rabu nya, tawas itu masuk, dan saya telpon bapak Sugeng (pejabat pengadaan) dan tanya apakah surat-suratnya sudah ada, dan dijawabnya belum ada, jadi saya bilang kenapa belum ada. Karena tidak ada surat yang lengkap ya saya suruh pulang walau saat itu sudah sempat bongkar sekitar 20 karung tetap saya perintahkan usir, karena tidak boleh kalau belum lengkap admistrasi-nya, begitulah yang sebenarnya terjadi," ungkapnya.

Dari hasil investigasi awak media ini, berkaitan dengan kehadiran petugas kepolisian dan masuknya truk pengangkut tawas ke WTP PDAM Tirtasari Binjai. e-news.id tidak menemukan adanya kolerasi atau hubungan dari dua peristiwa tersebut, sehingga harus dilakukan penelusuran lebih jauh atas apa yang sebenarnya terjadi. (RFS).
Komentar Anda

Terkini