Pabrik Mancis Meledak, 30 Orang Tewas Terbakar

Jumat, 21 Juni 2019 / 12:50
Petugas pemadam kebakaran saat berusaha memadamkan kobaran api


e-news.id

Binjai - Tragis, sedikitnya 25 orang pekerja dan 5 orang berusia anak tewas terpanggang hidup-hidup saat terjadi kebakaran di satu unit rumah yang dijadikan sebagai lokasi perakitan korek api jenis mancis di Dusun IV, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Langkat, Jumat (21/6) sekira pukul 12:00 WIB.

Informasi yang berhasil dirangkum awak media ini, kebakaran bermula dari suara ledakan yang berasal dari dalam rumah tersebut lalu disusul dengan kobaran api serta teriakan minta tolong dari para korban.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Herdi (41) salah satu saksi yang ikut berusaha untuk memberikan pertolongan kepada para korban yang di dominasi kaum ibu tersebut.

"Awalnya saya dengar suara ledakan dari pabrik mancis itu, terus ada api dan teriakan minta tolong, kami pun berusaha nolong tapi tidak bisa," ujar Herdi.

Herdi juga menjelaskan kalau para korban tewas terpanggang karena akses pintu depan dikunci atau tergembok dari luar, sementara pintu belakang tidak bisa dilalui karena titik tersebut adalah awal mula ledakan terjadi.

"Pintu depan rumah itu tergembok jadi gak bisa keluar, kalau pintu belakangnya di situ awal mula api, jadi korbannya lari ke salah satu kamar dan tewas ditempat tersebut," tambahnya.



Di sisi lain, Kepala Desa Sambirejo, Kusnadi, saat diwawancara membenarkan adanya lokasi perakitan pemantik api atau mancis di rumah tersebut, namun soal izin usahanya ia tidak mengetahui.

"Benar, pada tahun 2011 ada yang lapor ke kita untuk pengepakan mancis di rumah atas nama ibu Gini, namun setelah itu tidak tidak tahu lagi, tapi kita pernah memberikan peringatan soal pintu rumah yang selalu terkunci," ungkap Kusnadi.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto, saat diwawancarai langsung di lokasi kejadian mengatakan pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Kita sudah lakukan olah TKP dan saat ini masih dalam penyelidikan," ujar Kapoldasu. (RFS)
Komentar Anda

Terkini