![]() |
| Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH menerima audiensi Majelis Taklim Baitul Qur’an Tsaqifa Langkat di ruang kerjanya, Selasa (14/04/2026). |
e-news.id
Langkat – Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH menerima
audiensi Majelis Taklim Baitul Qur’an Tsaqifa Langkat di ruang kerjanya, Selasa
(14/04/2026). Pertemuan tersebut membahas upaya pemberantasan buta aksara
Al-Qur’an yang difokuskan bagi kalangan lanjut usia (lansia) di Kabupaten
Langkat.
Audiensi ini menjadi langkah awal dalam memperkuat
kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Langkat dengan lembaga keagamaan untuk
meningkatkan literasi Al-Qur’an, khususnya bagi masyarakat yang selama ini
memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan keagamaan.
Dalam pemaparannya, perwakilan Majelis Taklim Baitul Qur’an
Tsaqifa Langkat menjelaskan bahwa program yang dijalankan secara khusus
menyasar para lansia yang belum mampu membaca Al-Qur’an. Saat ini, program
tersebut didukung oleh 155 tenaga pengajar dan telah membina sebanyak 812
peserta didik.
Metode pembelajaran yang diterapkan dirancang sederhana,
sistematis, dan dilakukan secara berulang, sehingga para peserta dapat belajar
secara bertahap dengan pendekatan yang sabar dan nyaman. Pendekatan ini dinilai
efektif membantu para lansia, mulai dari yang belum mengenal huruf hijaiyah
hingga mampu membaca Al-Qur’an secara perlahan namun pasti.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH
menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dedikasi majelis taklim yang
memberikan perhatian khusus kepada para lansia.
Menurutnya, program ini merupakan bentuk nyata pengabdian
yang tidak hanya bernilai sosial, tetapi juga memiliki dimensi ibadah yang
tinggi.
“Pemerintah Kabupaten Langkat mendukung penuh program
pemberantasan buta aksara Al-Qur’an, khususnya bagi para lansia. Ini adalah
bentuk ibadah sekaligus pengabdian yang sangat mulia, karena memberikan
kesempatan kepada orang tua kita untuk tetap belajar dan mendekatkan diri
kepada Allah SWT,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan pentingnya perluasan
jangkauan program hingga ke seluruh wilayah Kabupaten Langkat, termasuk daerah
pelosok.
“Kita harus menyisir sampai ke pelosok-pelosok Kabupaten
Langkat guna mengajarkan membaca Al-Qur’an, sehingga tidak ada lagi masyarakat,
khususnya lansia, yang tidak bisa membaca Al-Qur’an,” tegasnya.
Audiensi ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga keagamaan dalam membangun masyarakat yang religius, sejalan dengan visi Kabupaten Langkat menuju daerah yang maju, sehat, sejahtera, religius, dan berkelanjutan. (Ril/Red)
