Terkait Ledakan IPAL, Orang Tua Korban Minta Pengelola Bertanggungjawab

Sabtu, 23 Juni 2018 / 03:57
Satu dari kanan, ayah korban MAF


e-news.id

Binjai - Terkait dengan ledakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Sanimas IDB yang nyaris menewaskan balita berinisial MAF (5) warga Kecamatan Binjai Selatan, orang tua korban berharap pihak pengelola bertanggung jawab atas anaknya, Sabtu (23/6).

Hal itu disampaikan langsung oleh Ayah kandung korban M. Maulizar (31) saat menunggu MAF yang tengah berada di ruang ICU RSU Bidadari Kota Binjai seusai menjalani operasi pada bagian kepala, wajah, leher dan telinga akibat luka bakar dampak dari ledakan tersebut.

"Saya sangat berharap agar pihak pengelola mau bertanggung jawab atas apa yang menimpa putra pertama saya ini, karena akibat dari ledakan itu anak saya harus menjalani operasi atas luka bakar di bagian kepala, wajah, leher dan telinganya," ujar Maulizar.

Maulizar juga mengucapkan bahwa sudah ada beberapa pihak yang datang ke rumah sakit pasca ledakan tersebut untuk menjenguk anak pertama dari dua bersaudara itu.

"Dari kelurahan, kecamatan dan pengelola IPAL sudah ada yang menjenguk anak saya disini, tapi setelah usai menjalani operasi belum ada yang datang lagi ke sini," ucapnya.

Masih Maulizar, Saat ditanya bagaimana kronologis terjadinya peristiwa naas itu, Maulizar menceritakan, bahwa saat itu dirinya tengah berada di rumah orang tua dari istrinya.

"Saat itu saya tengah berada di rumah mertua saya, yang berjarak sekitar 200 meter, lalu terdengar suara dentuman keras, saya lalu menuju arah suara ledakan yang telah dikerumini banyak warga, karena ada warga yang bilang tidak ada korban saya pun melangkah pulang, namun dihentikan oleh warga yang lain, sambil mengatakan anak saya jadi korban ledakan," kenang Maulizar.

Setelah mendengar bahwa anaknya menjadi korban ledakan tempat pembuangan limbah cair milik warga yang dibangun dari dana pihak asing tersebut, Maulizar pun sontak berlari, namun anaknya telah dibawa oleh warga ke klinik terdekat dan dari sana, dirinya menabawa MAF ke RSU Bidadari Kota Binjai.

Saat ditanya apakah dirinya membuat laporan pengaduan ke pihak kepolisian, Maulizar menuturkan bahwa pihaknya masih ingin menyelesaikan perkara ini melalui jalur kekeluargaan, namun bila pihak pengelola tidak bertanggung jawab atas anaknya, barulah pihaknya akan membawa perkara ini ke ranah hukum.

"Sekarang kami masih mencoba menyelesaikan masalah ini dengan cara kekeluargaan saja dulu bang, tapi nanti bila mereka tidak bertanggung jawab, ya kami akan buat laporan ke pihak kepolisian," tegasnya. (RFS).
Komentar Anda

Terkini