Pasca Komentar 'Nyeleneh' Putra Mahkota, Raja Salman : Saudi Tetap Dukung Palestina

Selasa, 03 April 2018 / 21:00
Ilustrasi, Raja Arab Saudi King Salman bin Abdulaziz al-Saud  (kanan) dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) 


e-news.id

Arab Suadi - Pasca komentar 'nyeleneh' dari putra mahkota Mohammed bin Salman, tentang warga israel berhak hidup tenang ditanah Palestina, yang dimuat dalam salah satu media Amerika Serikat, The Atlantic, Raja Salman kembali menegaskan bahwa Kerajaan Arab Saudi tetap mendukung Palestina, Selasa (3/4) sekitar pukul 20:54 WIB.

Raja Salman mengatakan, bahwa Kerajaan Arab Saudi tetap sepenuhnya mendukung kedaulatan serta hak sebagai suatu bangsa dengan Kota Yerusalem sebagai Ibu Kota kenegaraan.

"Kerajaan Arab Saudi, tetap mendukung penuh hak dari warga Palestina sebagai sebuah bangsa dan Kota Yerusalem sebagai Ibu Kota negara Palestina", tegasnya.

Hal ini seperti yang dilansir dari antaranews.com, dimana dalam satu sesi wawancara Raja Salman kepada kantor berita resmi Arab Saudi, SPA pada Selasa 4 April 2018 kemarin.

Dalam sambungan telepon nya kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Raja Salman menekankan pentingnya melanjutkan upaya proses perdamaian antara pihak Israel dengan negara Palestina pada Senin 2 April yang lalu.

Pernyataan dari Raja Salman itu keluar, setelah terjadinya tragedi berdarah dimana para tentara Israel membunuh sedikitnya 16 warga Palestina, pada akhir pekan lalu dalam demonstrasi yang berujung rusuh di perbatasan Israel-Gaza.

Menelaah ucapan dari Putra mahkota Mohammed bin Salman di majalah terbitan negara Paman Sam yang bertuliskan bahwa sang pangeran mendukung warga Israel, "Saya percaya warga Palestina dan Israel berhak untuk memiliki tanah mereka. Namun kita harus merumuskan kesepakatan perdamaian untuk memastikan stabilitas bagi semua orang di sana dan hubungan normal," itu, akhirnya menimbulkan spekulasi bahwa perselisihan antara Arab Saudi dengan negara Iran lah yang memantik hal tersebut.

Namun, dengan statmen yang diucapkan dari sang raja Arab Saudi, akhirnya mementahkan spekulasi tersebut, yang memang sejak puluhan tahun lalu, Kerajaan Arab Saudi tetap konsisten mendukung Palestina dan bersikap bahwa normalisasi hubungan Palestina-Israel, bergantung pada penarikan Israel dari tanah di Timur Tengah yang diduduki sejak 1967 itu. (Red).
Komentar Anda

Terkini