-->



Peringatan Hari Santri di Deliserdang Diwarnai K3r4cunan Makanan, 32 Orang Nyaris M3reg4ng Nyawa!

Jumat, 23 Oktober 2026 / 16:34
Peringatan Hari Santri di Deliserdang diwarnai dengan peristiwa naas diduga k3r4cuanan makanan. Akibatnya, puluhan santri dan guru pengajar di Pondok Pesantren (Ponpes) Mazilah Darussalam Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, terpaksa dilarikan ke rumah sakit, Jumat (23/10/2026).

e-news.id 

Deliserdang - Peringatan Hari Santri di Deliserdang diwarnai dengan peristiwa naas diduga k3r4cuanan makanan. Akibatnya, puluhan santri dan guru pengajar di Pondok Pesantren (Ponpes) Mazilah Darussalam Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, terpaksa dilarikan ke rumah sakit, Jumat (23/10/2026). 

Dikabarkan, para korban mendapatkan nasi bungkus itu dari kegiatan acara Hari Santri Nasional Tingkat Provinsi Sumatera Utara yang diselenggarakan di alun-alun Pemkab Deliserdang di Lubuk Pakam, pada Kamis 22 Oktober 2026 kemarin.

Karena kejadian ini para santri termasuk guru terpaksa dilarikan ke klinik dan rumah sakit. Informasi awal dikira hanya sakit perut saja namun karena banyak yang mengalami sakit dan gejala yang sama akhirnya mereka langsung dilarikan ke klinik terdekat. Takut hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pihak pengelola pondok pesantren pun kemudian langsung dilarikan ke rumah sakit. 

"Mulai sakit itu jam 12 malam, diawal kami nhgak fokus tapi rupanya jam 5 subuh terkapar semua. Total 32 orang termasuk istri saya," ujar Pimpinan Ponpes Mazilah Darussalam, Muhammad Fahrul Yusuf, dikutip dari Tribun Medan. 

Peringatan Hari Santri di Deliserdang diwarnai dengan peristiwa naas diduga k3r4cuanan makanan. Akibatnya, puluhan santri dan guru pengajar di Pondok Pesantren (Ponpes) Mazilah Darussalam Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, terpaksa dilarikan ke rumah sakit, Jumat (23/10/2026).

Yusuf bilang nasi bungkus yang dimakan oleh santrinya didapat dari ruangan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Deli Serdang. Setelah acara Hari Santri selesai mereka disuruh untuk mengambil makanan untuk santap siang. Saat itu yang diterima ada beberapa jenis. 

"Kita ambil nasinya 55 bungkus karena kita ada 55 orang. Ada yang nasi kotak pakai daging, nasi bungkus pakai ayam, nasi bungkus pakai nila yang bagus dan ada yang nasi bungkus nila berlendir. Yang berlendir inilah yang buat sakit," kata Muhammad Fahrul Yusuf. 

Untuk saat ini santri sudah dirawat di 3 rumah sakit yang berbeda. Dirindukan untuk Rumah Sakit Madani 3 orang, Rumah Sakit Joko 2 orang dan Rumah Sakit Sufi Sehat 27 orang. Dari informasi yang ia dapat hal seperti ini tidak hanya dialami oleh santri-santrinya saja tapi juga dari Pondok Pesantren lain. "Ada juga dari Pondok pesantren lain cuma mereka takut gak berani (mengeluh), kalau saya nggak ada takut. Saya minta Pemkab bertanggungjawab atas hal ini," ucap Fahrul. Dalam video yang direkam warga juga memperlihatkan nasi bungkus yang disebut sudah berbau busuk tersebut. (Ril/RFS).

Komentar Anda

Terkini