Isu COVID-19 di Binjai, Direktur RSUD Dr RM Djoelham : itu Tidak Benar dan Hanya Bentuk Antisipasi

Jumat, 13 Maret 2020 / 19:40
Ilustrasi, penanganan medis terhadap suatu virus tertentu


e-news.id

Binjai - Terkait adanya isu yang beredar di media sosial baik Facebook ataupun beberapa group WhatsApp, tentang adanya warga Kota Binjai yang diduga terpapar atau bahkan dinyatakan sebagai suspect virus Corona atau COVID-19, Direktur RSUD Dr RM Djoelham Binjai, dr David Tambun, membantah kabar tersebut, Jumat (13/3/2020).

Diwawancarai awak media ini melalui telepon seluler pribadi miliknya, dr David Tambun, mengatakan, yang tengah terjadi hanyalah sebuah langkah antisipatif dari suatu kecurigaan atas seorang warga. Dimana, warga tersebut masuk dalam masa pemantauan oleh pihak Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dan Kota Binjai.

"Tidak ada yang dinyatakan sebagai suspect virus Corona, sebenarnya, ini adalah sebuah langkah antisipatif yang dilakukan atas kecurigaan kita terhadap seorang warga, pasca ia-nya pulang dari perjalanan luar negeri," kata dr David Tambun.

Masih dr David Tambun, ia menjelaskan, bagaimana kronologis terkait isu Corona yang telah beredar luas di masyarakat khususnya di Kota Binjai, hingga sempat membuat kepanikan yang tak seharusnya terjadi, karena hal tersebut belum tentu kebenarannya.

"Informasi yang bisa kita berikan ialah, yang bersangkutan baru saja pulang dari negara Malaysia untuk mengikuti kegiatan keagamaan, lantas, salah satu rombongan perjalanan tersebut terindikasi sebagai suspect virus Corona, lalu dikarenakan mengalami demam, ia pun pulang. Dari sana kita memang melakukan pemantauan dan menghimbaunya untuk tetap berada di dalam rumah selama 14 hari kedepan, namun pria tersebut tetap saja keluar rumah dan melakukan interaksi diseputaran kediamannya," jelas dia.

Setelah himbauan dari pihaknya (Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dan Kota Binjai-red) tidak ditindaklanjuti secara baik oleh yang bersangkutan, sang warga yang indetitasnya harus dirahasiakan tersebut, sesuai SOP, akhirnya terpaksa dikirim ke fasilitas kesehatan lebih besar yaitu RSUP H Adam Malik, Medan.

"Karena warga tersebut sepertinya tidak menjalankan himbauan kita dengan baik, atau ia nya masih keluar rumah, akhirnya dibawa ke RSUD Dr RM Djoelham Binjai, untuk dilakukan pengecekan, lalu kita rujuk ke RSUP H Adam Malik, Medan, untuk penanganan lebih lanjut. Jadi kita ulangi sekali lagi, tidak ada suspect virus Corona, ini hanya langkah antisipasi yang kita lakukan untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan," tambahnya.

Saat ditanya, hasil dari pemeriksaan awal di RSUD Dr RM Djoelham Binjai, atas warga tersebut, dr David Tambun, membenarkan yang bersangkutan dalam keadaan demam (suhu tubuh di atas normal-red), sementara dari hasil Rontgen paru-paru, tidak terlihat secara jelas apakah ada tanda-tanda infeksi yang disebabkan oleh suatu virus seperti COVID-19.

"Hasil pemeriksaan awal kita, memang suhu tubuhnya meningkat, di kisaran 38°C, atau bisa dibilang demam, namun hasil Rontgen-nya tidak kelihatan jelas, apakah ada Pneumonia atau radang paru-paru yang dialaminya, jadi, setelah semua pihak mengadakan rapat termasuk Forkompimda, diambil keputusan, warga kita itu, dikirim ke RSUP H Adam Malik, Medan," terangnya. (RFS)
Komentar Anda

Terkini