Diselamatkan Tim Gabungan, Begini Kondisi Orangutan ini

Senin, 11 Desember 2017 / 22:11
Orangutan saat diperiksa oleh tim gabungan BBKSDA, BBTNGL dan HOCRU OIC 


e-newsbinjai.com

Langkat - Setelah mendapat informasi dari masyarakat, terkait keberadaan seekor orangutan betina berusia sekitar 15 tahun di Dusun Sukamulia Desa Sei Serdang, Kab. Langkat, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara dan Balai Besar Taman Nasional Gunung Lauser BBTNGL), langsung bergerak cepat untuk menyelamatkan salah satu satwa yang dilindungi oleh pemerintah itu, Selasa (12/12).

Dalam aksi penyelamatan orangutan yang telah berada di sekitar Taman Nasional Gunung Lauser (TNGL) selama beberapa hari belakanagan ini, BBKSDA dan BBTNGL bekerja sama dengan Human Orangutan Confict Respons Unit (Horcu) dari lembaga Informasi Orangutan Center (OIC).

Tim gabungan saat mengevakuasi orangutan dari TNGL


Tim gabungan yang bergerak pada hari Minggu 10 Desember kemarin, memulai pencarian, dari pemukiman warga  hingga ke TNGL dengan radius sekitar 4 Km, setelah beberapa saat melakukan pencarian, tim akhirnya menemukan orangutan tersebut tengah berada diatas pohon sawit dan selanjutnya melakukan pertolongan kepada sang orangutan.

Saat tim melakukan pemeriksaan fisik terhadap mamalia tersebut, tidak ditemukan luka fisik, seperti luka tembak senapan angin atau jeratan pada tubuhnya, hal itu senada dengan yang disampaikan oleh Kepala BPTN Wilayah III Stabat, Adri Andono, yang mengatakan bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh orangutan tersebut.

Dua orang petugas dari tim gabungan, saat mencoba menyelamatkan mamalia bernama ilmiah Pongo Abeli 


"Setelah kita lakukaan pemeriksaan pada tubuh orangutan yang kita temukan ini, kami tidak menemukan adanya luka bekas jeratan atau bekas tembakan senapan angin pada tubuhnya dan hal ini menandakan bahwa, tingkat kepedulian  masyarakat khususnya Kabupaten Langkat, terhadap orangutan semakin baik atau meningkat," ujar Adri Andono.

Setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan, tim selanjutnya akan merelokasi mamalia bernama ilmiah Pongo Abeli itu ke Resort Cinta Raja Taman Nasional Gunung Leuser, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. (RFS).
Komentar Anda

Terkini