-->

Kompor Penggorengan Meledak, Parbrik Keripik Tinggal Rangka.

Senin, 31 Juli 2017 / 16:12
Tim pemadam kebakaran BPBD Kota Binjai, saat berusaha memadamkan api dari pabrik Kripik yabg terbakar



e-newsbinjai.com

Binjai - Satu unit bangunan gudang yang biasa digunakan untuk memproduksi bahan makanan jenis kripik berbahan dasar ubi milik Saeman (47), ludes terbakar hingga hanya menyisakan kerangka bangunannya saja, di Jalan Anggur, Kelurahan Bandar Senembah, Kecamatan Binjai Barat, Binjai, (31/7) sekitar pukul 09:00 WIB pagi tadi.

Diduga kebakaran satu unit gudang pembuat kripik tersebut berawal dari, meledaknya salah satu kompor penggorengan kripik, yang mengakibatkan merambatnya api ke seluruh bangunan gudang hingga akhirnya menghanguskan seisi gudang.

Warni (39) warga sekitar menuturkan, bahwa dirinya sempat mendengar suara ledakan, yang diduga berasal dari salah satu kompor penggorengan kripik tersebut, dan selanjutnya gudang itu pun langsung dilahap si jago merah.

"Tadi ada suara ledakan, seperti ledakan kompor gas gitu bang, terus gak lama langsung gudang itu kebakaran, dan warga sekitar pun lantas menelpon pemadam kebakaran" ucap Warni.

Sisa-sisa puing bangunan pabrik kripik yang terbakar


Tim Pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Binjai, yang mendapat informasi dari masyarakat tentang kejadian kebakaran tersebut, langsung menerjunkan sedikitnya 4 unit mobil pemadam kebakaran dengan nomor seri unit mobil 01, 02, 04, 07, dan dalam waktu kurang dari 45 menit, tim pemadam berhasil menjinakkan kobaran api tersebut.

Kepala BPBD Kota Binjai Ahmad Yani ketika dikonfirmasi e-newsbinjai.com prihal kebakaran gudang pembuatan keripik tersebut mengatakan.

"Benar, di daerah yang dimaksud telah terjadi kebakaran, dan meludeskan satu unit bangunan gudang yang biasa digunakan untuk membuat bahan makannan jenis keripik, dan setelah mendapat laporan dari masyarakat kita langsung terjunkan tim pemadam beserta 4 unit mobil pemadam kebakaran" ujar Yani.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran gudang pembuatan bahan makanan jenis kripik ubi tersebut, namun kerugian material diperkirakan hingga mencapai 25 juta rupiah bahkan lebih. (RFS).
Komentar Anda

Terkini