Jenazah Bayi Diduga Korban Penelantaran Dijemput Orangtuanya

Senin, 25 Maret 2019 / 14:54
Pasangan AF dan RA, saat menjemput jenazah anak mereka 


e-news.id

Binjai - Terkait dengan bayi yang lahir secara prematur yang diduga ditelantarkan hingga meninggal dunia di RSU Latersia Binjai Jalan Soekarno-Hatta Km 18, Kelurahan Sumber Karya, Kecamatan Binjai Timur, Binjai, akhirnya dijemput kedua orangtuanya, Selasa (26/3).

Jenazah bayi malang itu dijemput langsung oleh orangtua kandungnya yang diketahui berinisial AF (41) dan RA (35) warga Kecamatan Binjai Timur, Binjai, dari RSU Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, dimana sebelumnya dititipkan ke RSUD Dr RM Djoelham Binjai, atas permintaan dari Unit PPA Polres Binjai.

Proses penjemputan jenazah bayi yang diberi nama dengan inisial M oleh kedua orangtuanya itu, difasilitasi Dinas Sosial dan Dinas P3AM Kota Binjai, dengan pengawasan penuh pihak Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Binjai dan personil dari Polsek Binjai Timur.

Setelah dijemput oleh kedua orangtuanya, bayi yang lahir dengan berat 1,3 kilogram dan panjang 45 Cm itu, rencananya akan dimakamkan oleh pihak keluarga di pekuburan Kelurahan Nangka, Binjai Utara, Binjai.

Sebelumnya, pada Sabtu 23 Maret sekira pukul 07:13 WIB kemarin, bayi yang diduga ditelantarkan oleh orangtuanya tersebut, menghembuskan nafas terakhirnya setelah berjuang selama lebih dari 10 hari dengan perawatan intensif rumah sakit karena mengalami kelainan pada jantung dan paru-paru.

Pasangan AF dan RA, saat mengklarifikasi dugaan penelantaran bayi mereka di kediamannya


Menerima informasi terkait adanya dugaan pelanggaran hak anak di wilayah kerjanya, Ketua LPA Kota Binjai, Rahmad Fadli Sirait, didampingi Sekertaris Rahimin Sembiring, Kuasa Hukum Andro Oki SH serta Wakil ketua Bidang Pemantauan dan Kajian Perlindungan hak Anak Siswanto Ikhsan, langsung mencari keberadaan kedua orangtua dari bayi tersebut untuk mendapatkan penjelasan serta klarifikasi dari AF dan RA.

Setelah beberapa hari mencari, tim LPA Kota Binjai akhirnya mendapat informasi tentang keberadaan si orangtua bayi dan selanjutnya berkoordinasi dengan pihak terkait, guna melakukan kroscek prihal dugaan penelantaran korban M.

Kepada LPA Kota Binjai, Dinas P3AM, Dinsos Kota Binjai, Porsonil Polsek Binjai Timur serta Babinsa Kelurahan Tanah Tinggi, AF dan RA menjelaskan, bahwa mereka tidak sedikitpun berniat untuk menelantarkan bayi mereka, namun karena keterbatasan biaya serta faktor ekonomi yang membuat mereka terpaksa meninggalkan rumah sakit.

"Kami tidak ada sedikitpun menelantarkan anak kami, kami pulang karena sudah kehabisan biaya, dan kami juga telah membuat surat perjanjian dengan rumah sakit, kalau kami akan segera melunasi biaya anak perobatan anak kami, agar bisa kami tebus," ucap AF ayah M.

[https://www.e-news.id/2019/03/jenazah-bayi-diduga-korban-penelantaran.html] Bagus, silakan lihat!

Selain itu, AF juga menerangkan bahwa dirinya telah membayar biaya persalinan dan mencicil biaya perawatan bayinya selama beberapa hari, kepada pihak rumah sakit dengan taksasi dana sekitar 8 juta lebih.

"Ini pak, saya juga sudah membayar biaya persalinan dan mencicil biaya perawatan bayi saya selama di rumah sakit, dengan total hingga delapan juta lebih, tapi karena saya libur bekerja selam menjaga di rumah sakit jadi kami kehabisan biaya, dan kami akhirnya keluar dari rumah sakit untuk mencari pinjaman kesana kemari, untuk menebus bayi kami," terang AF sembari menunjukan beberapa kwitansi bukti pembayaran.

AF dan RA juga mengatakan bahwa mereka menyesal dengan peristiwa yang telah terjadi, dimana keduanya tidak bisa berada di sisi anaknya saat kondisi anaknya tengah dalam kondisi kritis.

"Kami juga sangat sedih pak, tapi mau gimana lagi, kami benar-benar telah kehabisan biaya," ucap AF sambil mengusap air matanya. (Red).

Komentar Anda

Terkini