Pasca Ledakan IPAL yang Nyaris Tewaskan Balita, ini Kata Camat dan Lurah

Jumat, 22 Juni 2018 / 05:27
Kondisi IPAL Komunal Sanimas IDB pasca ledakan


e-news.id

Binjai - Pasca ledakan Instalasi Penholahan Air Limbah (IPAL) Komunal Sanimas IDB, yang nyaris memakan korban jiwa seorang bocah lima tahun beberapa hari lalu, Camat Binjai Utara Adri Rivanto S.STP dan Lurah Cengkeh Turi Nur Azaini, angkat bicara, Jumat (22/6).

Saat awak media ini mengkonfirmasi langsung via telepon, Adri Rivanto S.STP mengatakan bahwa benar dirinya mengetahui peristiwa ledakan yang terjadi di wilayah kecamatannya.

"Benar, kita mengetahui telah terjadi ledakan bangunan yang digunakan sebagai tempat pembuangan limbah cair masyarakat tersebut, dan juga ada korban luka akibat dari ledakan tersebut," ucap Adri.

Saat ditanya, apakah dirinya mengetahui tentang sejarah atau izin pendirian dari bangunan yang memiliki sumber dana dari pihak asing itu, Adri langsung menampik informasi tersebut.

"Saya tidak pernah dilibatkan terkait pembangunan sarana IPAL itu, saya tidak tahu, saya hanya diundang sewaktu peresmiannya saja, yang saya tahu prosesnya hanya sampai ke pihak kelurahan saja, coba tanya sama lurahnya, mungkin ibuk lurahnya lebih mengetahui," tuturnya.

Balita yang menjadi korban dari ledakan IPAL Komunal Sanimas IDB

Baca Juga!!! IPAL Komunal Sanimas IDB Meledak, Bocah 5 Tahun Nyaris Tewas


Selain itu, Adri juga menambahkan bahwa dirinya telah memerintahkan kepada jajarannya untuk melihat kondisi dari pada korban dari ledakan tersebut, "Yang jelas, saya telah perintahkan bawahan saya untuk melihat kondisi dari pada korban, karena saat ini, hal itu jadi prioritas saya," ujar Adri

Sementara itu, hal senada juga disampaikan oleh Lurah Cengkeh Turi Nur Azaini, yang menerangkan bahwa dirinya juga tidak mengetahui sejarah serta izin dari pendirian bangunan yang terletak di tengah-tengah pemukiman warga itu.

"Saya kurang mengerti, tentang sejarah dan izin pendirian bangunan IPAL itu, karena saya kan baru menjabat sebagai lurah, menggantikan lurah sebelumnya yaitu bapak Margono, yang saat ini sudah meninggal dunia, jadi coba tanya dengan pengelolanya," cetus Nur Azaini sembari menyebutkan satu nama yaitu Ibu Susi.

Sebelumnya, pada hari Rabu 20 Juni 2018 kemarin, IPAL Komunal Sanimas IDB meledak dan mengakibatkan seseorang bocah lelaki berusia 5 tahun mengalami luka bakar pada bagian kepala, wajah, telinga, leher, tangan serta paha bagian kanan. (RFS).
Komentar Anda

Terkini