-->

Diduga Frustrasi Atas Penyakitnya, Seorang Kakek Pilih Gantung Diri

Rabu, 09 Januari 2019 / 18:05
Korban Dasmin didampingi sang istri saat disemayamkan di rumah duka


e-news.id

Binjai - Diketahui sering mengalami frustrasi akan penyakit yang dialaminya, seorang kakek bernama Dasmin (85) warga Jalan Sirsak Lingkungan VII, Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Binjai Barat, Binjai, ditemukan tewas gantung diri di dalam rumah miliknya sendiri, Rabu (9/1) sekira pukul 11:00 WIB.

Korban Dasmin pertama kali ditemukan dalam kondisi tewas tergantung pada seutas tali tambang oleh anak kandungnya bernama Ariani (54) yang juga tinggal bersama dengannya.

Informasi yang diperoleh e-news.id dari pihak kepolisian Polres Binjai, terkait ditemukannya Dasmin dalam kondisi tewas tergantung, bermula dari saksi Ariani mendapat informasi bahwa ayah kandungnya telah meninggal dunia akibat gantung diri.

Selanjutnya, saksi Ariani meminta tolong kepada warga sekitar untuk menurunkan korban dari tali yang menjerat leher Dasmin sembari memanggil seorang bidan di Puskesmas setempat dan ternyata nyawa korban sudah tidak tertolong lagi.

Kepada pihak kepolisian, keluarga Dasmin mengaku bahwa korban sudah lama mengeluh soal penyakit yang dialaminya, bahkan berulang kali mengatakan dirinya merasa frustrasi dan seakan menjadi beban bagi keluarga.

Bangku dan seutas tali tambang yang digunakan korban untuk gantung diri


Hal itu senada dengan yang diucapkan oleh Kasubbag Humas Polres Binjai Iptu Siswanto Ginting, saat dikonfirmasi awak media ini melalui sambungan telepon selulernya.

"Menurut pengakuan pihak keluarga, korban merasa frustrasi akan penyakit yang dialaminya, dan sudah menahun juga penyakitnya itu tidak kunjung sembuh, mungkin oleh sebab itu si korban nekat menghabisi nyawanya sendiri dengan cara gantung diri," ucap Siswanto Ginting.

Ditanya prihal penanganan perkara tersebut, Siswanto Ginting kembali menambahkan pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengambil keterangan beberapa orang saksi.

"Kita sudah olah TKP dan mengambil keterangan beberapa saksi, dari sana pihak keluarga juga sudah mengikhlaskan kejadian tersebut, dan telah membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan visum terhadap korban," tambahnya. (RFS).

Komentar Anda

Terkini