-->

Kapolsek Binjai Kota Bantah Ada Penyekapan di Wilkumnya

Sabtu, 21 Juli 2018 / 11:01

Arius, yang diduga menjadi korban penyekapan


e-news.id

Binjai - Terkait informasi yang beredar di masyarakat, tentang adanya penyekapan anak dibawah umur di Jalan Jambore, Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Binjai Kota Kompol Marulianus Jawak, membantahnya, Sabtu (21/7).

Bantahan itu disampaikan langsung oleh Kapolsek Binjai Kota kepada e-news.id, seusai melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), yang menurut masyarakat menjadi tempat penyekapan.

"Tidak benar ada penyekapan disini, kunci rumah dipegang oleh yang diduga disekap itu, mungkin tadi kunci rumah terbawa oleh teman sekerjanya," ujar Marulianus.

Kapolsek Binjai Kota juga mengatakan, informasi yang beredar di masyarakat itu diduga bermula dari adanya seorang pemuda yang terlihat seperti disekap dalam sebuah rumah, lalu melaporkannya kepada pihak kepolisian.

"Tadi ada informasi yang kita terima dari masyarakat, namun setelah kita lakukan olah TKP, ternyata hanya terkunci dari luar rumah," ucapnya.

Dari hasil pantauan langsung e-news.id di lokasi kejadian, terlihat seorang pemuda yang diketahui bernama Arius (18) warga Sirahali, Nias Selatan.

Satu dari kiri, Kapolsek Binjai Kota Kompol Marulianus Jawak saat melakukan olah TKP 


Ketika diwawancarai, Arius menuturkan kalau dirinya hanya terkunci dari luar rumah dan kunci tersebut terbawa oleh teman sekerjanya.

"Tadi saya ketiduran di dalam bang, terus kuncinya terbawa oleh teman saya ke tempat kerja, jadi saya coba minta tolong sama orang sini untuk minta kunci itu, terus yang datang bapak polisi, saya pun bingung jadinya," tutur Arius.

Disisi lain, Yusma Mendrofa (47) warga Jalan Andalan Raya, Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota, Binjai, sang pemilik rumah sekaligus ternak ayam tempat Arius bekerja merasa terkejut dan heran mengapa ada informasi demikian.

"Saya terkejut kok ada informasi seperti ini, Arius itu anggota kerja saya di peternakan ayam dan juga masih ada hubungan keluarga, kenapa bisa dibilang disekap, kunci rumah itu dia yang pegang," ketus Yusma.

Sebelumnya, berkembang informasi di masyarakat tentang adanya penyekapan anak di bawah umur, karena sang pemilik rumah merasa kehilangan ayam ternaknya, dan sebagai hukuman kepada sang pekerja, dirinya disekap dalam sebuah rumah. (RFS).

Komentar Anda

Terkini