Stres Jalani Hidup, Seorang Jukir Pilih Gantung Diri

Jumat, 01 Desember 2017 / 00:43
Korban, saat pertama kali ditemukan tewas gantung diri 


e-newsbinjai.com

Binjai - Diduga, karena tidak sanggup menghadapi permasalahan hidupnya, seorang juru parkir (jukir) bernama Indra Syahputra (33) warga Jalan Jendral Ahmad Yani, Gang Melati, Kelurahan Kartini, Kecamatan Binjai Kota, Binjai, memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kamar tidurnya, Kamis (30/11) sekitar pukul 16:00 WIB kemarin.

Indra yang diketahui telah bercerai dengan istrinya itu, pertama kali ditemukan tewas gantung diri oleh Arpen (37) warga Jalan Jendral Ahmad Yani, Gang Balai, Kelurahan Kartini, Kecamatan Binjai Kota, Binjai dan Muhammad Topan (26) warga Jalan Jendral Ahmad Yani, Kelurahan Kartini, Kecamatan Binjai Kota, Binjai.

Informasi yang berhasil dihimpun e-newsbinjai.com terkait penemuan korban bunuh diri itu bermula dari kedua saksi, yang mendatangi rumah Indra untuk mengambil barang perlengkapan dagang mereka, yang biasa disimpan di rumah sekaligus gudang untuk menitipkan barang atau perlengkapan para pedagang di pusat jajanan kuliner Pasar Kaget Binjai.

Saat kedua saksi mencoba memanggil-manggil korban, mereka tidak mendapat jawaban dari dalam rumah, penasaran dengan hal itu, kedua saksi pun mencoba memeriksa rumah tersebut, dari jendela samping kamar korban dan ketika kedua saksi melihat kedalam kamar yang biasa dihuni korban, mereka terkejut melihat sesosok mayat pria yang tergantung pada seutas tali nilon yang mengikat lehernya.

Warga yang penasaran, memadati rumah korban


Temuan itu selanjutnya dilaporkan kepada masyarakat sekitar, yang langsung saja berhamburan ke lokasi kejadian untuk melihat kondisi korban yang diperkirakan telah tewas sejak dua hari yang lalu.

Petugas kepolisian dari Polres Binjai yang mendapat laporan dari masyarakat, terkait peristiwa bunuh diri tersebut, langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), sembari mengumpulkan keterangan dari para saksi-saksi yang ada di TKP, serta membawa mayat korban ke RSUD DR R.M Djoelham Kota Binjai untuk kepentingan outopsi.

Namun, orang tua korban meminta kepada pihak kepolisian untuk tidak dilakukan outopsi, karena menganggap kematian korban adalah wajar dan bersedia menandatangani surat pernyataan di Polres Binjai.

Sebelumnya korban sudah 2 kali direhabilitasi terkait masalah narkoba, terakhir pada bulan April 2017, dan korban sudah 1 tahun bercerai dengan istrinya, selama ini korban tinggal di rumahnyanya sendiri, kemudian korban sudah 3 hari diberhentikan dari petugas parkir di Pasar Kaget, sehingga korban menganggur/tidak ada pekerjaan, atas dasar itulah diduga korban nekat mengakhiri hidupnya sendiri. (RFS).
Komentar Anda

Terkini