-->

Terkait Melepuhnya Kulit Bocah DS, Kilinik Pratama Dahlia Seakan "Buang Badan"

Senin, 30 Oktober 2017 / 15:17
Ds, saat menjalani perawatan di RSUD DR R.M Djoelham Kota Binjai 



e-newsbinjai.com

Binjai - Terkait peristiwa melepuhnya kulit bocah perempuan 10 tahun berinisial DS (10) warga Kecamatan Binjai, Langkat, pihak Klinik Pratama Dahlia Jalan T. Amir Hamza Dusun IV, Desa Sambi Rejo, Kecamatan Binjai, Langkat, seakan "buang badan" dengan mengatakan bahwa sebelum dibawa ke klinik tersebut, bocah DS dibawa berobat oleh keluarga ke Puskesmas Sambi Rejo, Senin (30/10).

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu pegawai Klinik Pratama Dahlia yang tidak ingin namanya dipublikasikan, ketika e-newsbinjai.com mencoba menelusuri kronologis terkait melepuhnya kulit bocah perempuan berinisial DS yang sudah viral di media pemberitaan online maupun cetak.

Dari hasil konfirmasi langsung terhadap salah satu pegawai tersebut di Klinik Pratama Dahlia tersebut, dirinya mengatakan bahwa benar pada Kamis 19 Oktober 2017 kemarin pihaknya telah menerima pasien seorang bocah perempuan berumur 10 tahun berinisial DS warga Kecamatan Binjai, dengan keluhan awal sakit demam, mual dan batuk.

"Benar, kemarin kami ada menerima pasien seorang anak perempuan usia 10 tahun, dan dirawat disini selama 1 malam dengan keluhan sakit deman, mual dan batuk, namun di keseokan harinya anak itu dirujuk ke RSUD DR R.M Djoelham Kota Binjai," ucapnya.

Menurut pegawai itu, pihak keluarga mengatakan kepadanya sebelum dibawa ke Klinik Pratama Dahlia, DS sudah dibawa berobat ke Puskesmas Sambi Rejo dan keluarga mengatakan dari hasil diagnosa dokter di Puskesmas tersebut, DS terkena penyakit Cacar.

"Sebelumnya kami tidak ada mendiagnosa, namun menurut keluarganya, DS di diagnosa oleh dokter Puskesmas terkena penyakit cacar," tutur.

Setelah melakukan pemeriksaan awal kepada DS, pihaknya memang ada menyuntikan obat antibiotik 'sefotaksim' kepada DS, dengan sebelumnya melakukan "skin test" kepada bocah yang saat ini masih menjalani perawatan di RSUD DR R.M Djoelham Kota Binjai itu.

"Sebelum kami menyuntikan obat 'Sefotaksim' kepadanya, kami melakukan uji skin test dulu, dan setelah tidak terlihat gejala alergi pada tubuh DS, kami pun melanjutkan penyuntikan obat Sefotaksim itu padanya," cetusnya.

Pihak Klinik Pratama Dahlia juga membantah, jika keadaan DS saat ini adalah karena obat-obatan yang diberikan oleh pihak Klinik Pratama Dahlia, namun apabila hal tersebut dikeranakan obat-obatan dari luar klinik tempatnya berkerja, ia mengatakan tidak tahu, "Kalau untuk mengatakan, dia benar alergi obat atau tidak, kalau obat dari kami itu tidak, tapi kalau obat dari luar ya kami tidak tahu," ketusnya.

Baca juga:Diduga Korban Malapraktik, Tubuh Bocah 10 Tahun Melepuh

Sementara itu, saat e-newsbinjai.com mencoba mengkonfirmasi kepada Puskesmas Sambi Rejo, terkait keterangan dari pegawai Klinik Pratama Dahlia bernama Ulan tersebut, salah satu pegawai Puskesmas Sambi Rejo mengatakan, bahwa tidak benar bila pihaknya ada mengatakan kepada pihak keluarga DS, bahwa bocah 10 tahun itu mengidap penyakit cacar.

"Itu tidak benar, kami tidak pernah mengatakan kepada pihak keluarga DS, bahwa DS tengah mengidap penyakit cacar, dan itu dibuktikan dari hasil cacatan yang ada pada kita, bahwa DS datang untuk berobat dengan keluhan demam, pening, mual dan batuk," ujar salah satu pegawai Puskesmas Sambi Rejo. (RFS).
Komentar Anda

Terkini