Miris, Belum Siap Menikah, Pasangan Di Bawah Umur Ini, Pilih Aborsi Janin.

Jumat, 06 Oktober 2017 / 15:21
SR dan Sindu saat diamankan di Mapolsek Binjai Selatan 



e-newsbinjai.com

Binjai - Pasangan muda-mudi yang masih dibawah umur berinisial SR (16) warga Kecamatan Binjai Timur, dan Sindu (18) warga pasar II, Desa Namu Terasi, Kecamatan Sei Bingei, kini harus berurusan dengan pihak kepolisian Polsek Binjai Selatan, setelah mereka diketahui melakukan aborsi atau menggugurkan janin yang dikandung oleh SR di Kompleks Perumahan DL Sitorus, Jalan Jamin Ginting, Kelurahan Binjai Estate, Kecamatan Binjai Selatan, Binjai, Jumat (6/10) sekitar pukul 16:30 WIB.

SR tega mengaborsi janin dalam kandungannya yang diduga berusia 4 sampai dengan 5 bulan itu dengan cara meminum obat penggugur kandungan jenis pil Sitotek, yang mereka beli dari seorang bidan yang bekerja di salah satu rumah sakit di Kota Binjai.

Kronologis diamankannya SR dan pacarnya oleh pihak kepolisian Polsek Binjai Selatan, berawal dari adanya informasi masyarakat yang diterima oleh seorang petugas kepolisian bernama Yudi, dimana masyarakat itu mengatakan bahwa di sekitar Kompleks Perumahan DL Sitorus, terdapat seorang gadis yang diketahui telah mengaborsi janin dalam kandungaannya.

Mendapat informasi itu, Yudi pun melaporkan hal itu ke petugas piket Polsek Binjai Selatan, selanjutnya Kanit Reskrim Polsek Binjai Selatan Ipda Awal Sahputra, bersama anggotanya langsung bergerak cepat mengamankan pelaku SR untuk diambil keterangannya, dimana menurut keterangan SR, janin yang ia gugurkan telah dikubur di halaman belakang rumah Blok D 3 Komplek Perumahan DL Sitorus.

SR saat menunjukan lokasi penanaman janin hasil aborsi kepada Kanitres Polsek Binjai Selatan Ipda Awal Sahputra  


Saat diwawancarai langsung, SR mengaku nekat menggugurkan janin yang berada dalam rahim nya itu, karena diperintahkan oleh sang pacar (Sindu-red) dengan alasan belum siap untuk menikah dan berumah tangga.

"Saat itu saya sudah telat datang bulan (Menstruasi), dan saya coba beritahu kepada pacar saya Sindu, namun dia bilang belum siap untuk menikah, dan memerintahkan saya untuk menggugurkan kandungan saya itu," ucap SR.

Masih menurut SR, ketika dirinya membeli obat yang dapat menggugurkan isi kandungan pada rahimnya, ia ditemani oleh sang pacar serta seorang teman yang berinisial MY "Waktu beli obat itu kami bertiga dan uang nya menggunakan uang pacar saya, dan ini semua atas perintah dia," tambahnya.

Seusai membeli obat yang bertujuan untuk menggugurkan isi dari rahimnya itu, SR langsung mengkonsumsi obat tersebut sebanyak 10 butir sekaligus, selanjutnya ia merasakan pusing serta mengalami pendarahan, dan tidak lama kemudian kandungan SR pun mengalami keguguran.

Barang bukti Janin hasil aborsi dari pelaku SR dan Sindu


Setelah itu, janin yang keluar dari rahim SR dibungkus menggunakan kantong plastik warna hitam dan sempat digantung di senta kamar mandi, selanjutnya janin itu pun dikubur oleh SR dan Sindu di halaman belakang rumah kompleks tersebut, hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan langsung oleh SR.

"Setelah saya makan obat itu, saya pun merasa pening dan serasa ada yang ingin keluar dari dalam perut saya, dan ketika janin itu keluar saya masukkan ke kantong plastik, memang sebelum dikubur saya sempat gantungkan kantong plastik berisi janin saya itu di kamar mandi, barulah setelah pacar saya datang kami kubur di halaman belakang," cetusnya.

Disisi Lain, salah satu saksi bernama Lina (38) yang juga penghuni kompleks perumahan tersebut menuturkan bahwa dirinyalah yang melaporkan prihal aborsi itu kepada petugas polisi bernama Yudi, dan hal itu ia lakukan karena warga seputaran kompleks sudah merasa resah dengan isu yang berkembang tentang adanya salah satu penghuni kompleks yang mengaborsi kandungannya.

"Memang saya yang pertama kali melapor ke bapak Yudi, karena warga disini mulai merasa resah dengan adanya isu tentang salah satu penghuni komplek perumahan ini ada yang telah mengaborsi kandungannya, jadi ya saya lapor untuk mencari kebenaran akan prihal tersebut," tuturnya.

Sampai dengan saat ini, SR beserta pacarnya yang bernama Sindu, masih diamankan pihak kepolisian di Mapolsek Binjai Selatan, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait dengan apa yang telah mereka lakukan. (RFS).


Komentar Anda

Terkini