Terkait Tewasnya Pelajar Di Kota Binjai, Kasat Reskrim Polres Binjai: Kita Sudah Tahan Pelakunya, Untuk Itu Masyarakat Jangan Ragu Dengan Kinerja Kita.

Minggu, 20 Agustus 2017 / 06:01
Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Ismawansyah 



e-newsbinjai.com

Binjai - Terkait tewasnya seorang pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di salah satu sekolah Swasta di Kota Binjai, yang diduga menjadi korban penganiayaan dari teman sekolahnya, Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Ismawansyah mengungkapkan, bahwa masyarakat tidak perlu ragu dengan kinerja polisi di jajaran Polres Binjai dalam menangani perkara hukum dari peristiwa tersebut, Minggu, (20/8).

Ungkapan dari Kasat Reskrim Polres Binjai tersebut terucap, menyusul adanya isu yang berkembang dimasyarakat, bahwa pihak Polres Binjai tidak serius dalam menangani proses hukum atas kejadian tewasnya pelajar berinisial AHW itu.

"Kami sangat serius dalam menangani kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan seorang pelajar tersebut meninggal dunia, dan kita akan tangani perkara ini sampai dengan tuntas", ungkap Ismawansyah.

Ismawansyah juga mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan penjemputan serta penahanan terhadap diduga pelaku penganiayaan yang berinisial RA (16) warga Kecamatan Binjai Barat, pada hari Sabtu 19 Agustus 2017 kemarin, sesuai dengan laporan keluarga korban yang tertuang dalam  laporan kepolisian dengan nomor LP/494/VIII/2017 SPKT-C tertanggal 15 Agustus 2017.

Diduga pelaku, saat diperiksa oleh penyidik di Mapolres Binjai 


"Sebagai bukti bahwa kami serius dalam menangani perkara ini, adalah kami sudah melakukan penjemputan serta penahanan terhadap diduga pelaku penganiayaan itu, dan kami juga sudah lakukan pemeriksaan terhadapnya", ujarnya.

Sedangkan saat ditanya sudah sampai dimanakah perkembangan kasus ini, dan pasal berapakah yang akan dijeratkan kepada pelaku, Ismawansyah kembali menambahkan.

"Saat ini, kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap diduga pelaku, dan karena diduga pelaku tergolong dalam usia anak, maka pemeriksaan tersebut juga didampingi oleh orang tuanya, serta saat ini kita akan berkoordinasi dengan pihak Bapas untuk tahap selanjutnya, untuk pasalnya, kita akan jerat si pelaku dengan pasal 351 tentang penganiayaan yang menyebabkan orang lain kehilangan nyawa, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara" tutup Ismawansyah.

Sebelumnya, pada hari Senin 14 Agustus 2017 lalu, seorang pelajar SMA tewas setelah diduga dianiaya dengan cara ditinju diwajahnya tepatnya dibagian mata sebelah kiri oleh teman sekolahnya, usai bertanding sepak bola di sebuah pos penjagaan satpam di sekolah tempat korban dan pelaku sama-sama menimba ilmu. (RFS).

Komentar Anda

Terkini